medium banner 300x250
BALI:
Hot
    Responsive Ads
    Home Bali

    Banjir dan Longsor Melanda Buleleng, Bali akibat Hujan Deras

    "Hujan deras yang melanda Buleleng, Bali pada 15 Januari 2026 menyebabkan banjir, longsor, dan pohon tumbang, mengganggu akses warga dan merusak "

    1 min read

    -
    Banjir dan Longsor Melanda Buleleng, Bali akibat Hujan Deras

    Agus Fauzan Penulis | Miranda Gojali Editor

    BALI, HARIANEXPRESS – Pada Kamis, 15 Januari 2026, wilayah Kabupaten Buleleng, Bali, diterpa hujan deras yang memicu berbagai bencana alam. Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, sedikitnya tujuh kejadian bencana tercatat antara pukul 18.15 hingga 20.22 Wita.

    Kepala BPBD Buleleng, Gede Suyasa, mengungkapkan bahwa bencana yang terjadi meliputi tanah longsor, pohon tumbang, banjir, dan kerusakan pada jalan yang menyebabkan terputusnya akses transportasi warga. Salah satu kejadian yang mencuri perhatian adalah longsor di Desa Dadap Putih dan Desa Sepang, serta banjir yang merendam wilayah Desa Sepang.

    Selain itu, jalan di Desa Titab, Kecamatan Busungbiu, mengalami kerusakan parah akibat longsor, yang mengganggu mobilitas warga. Dalam upaya penanganan, BPBD Buleleng berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk PLN dan Polsek, untuk menanggulangi pohon tumbang di beberapa titik.

    Suyasa menambahkan bahwa tiga pohon tumbang juga dilaporkan, salah satunya melintang di jalur Trans Provinsi, menyebabkan kerusakan pada tiga tiang listrik. Kendati demikian, pihak terkait segera mengatasi pohon tumbang ini, sehingga jalur Trans Provinsi kembali dapat dilalui setelah penanganan bersama.

    Pihak BPBD Buleleng juga bekerja sama dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk memasang rambu-rambu peringatan di lokasi jalan yang jebol di Desa Titab, guna menghindari kecelakaan. Menurut Suyasa, meskipun situasi sudah malam, koordinasi terus dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat.

    “Untuk jembatan yang putus, kami sudah koordinasi dengan pihak kecamatan dan desa karena situasinya sudah malam. Minimal dipasangi rambu agar masyarakat tidak melintas di jalur tersebut,” ujarnya.

    Terkait dengan longsor yang terjadi di Desa Dadap Putih, BPBD Buleleng mengungkapkan bahwa beberapa rumah warga terdampak. Tim BPBD bersama dengan pihak Balai Jalan sedang melakukan penanganan di lokasi tersebut, karena wilayah itu merupakan bagian dari jalan nasional. Penanganan ini sudah dimulai untuk mengembalikan akses jalan yang terganggu.

    Suyasa menambahkan bahwa total ada tujuh kejadian yang sudah dilaporkan. Untuk kerugian materiil akibat bencana ini, BPBD masih melakukan estimasi. Selain itu, tim BPBD akan melakukan asesmen lebih lanjut pada hari berikutnya untuk menilai dampak bencana terhadap rumah-rumah warga yang terdampak longsor.

    “Besok kami akan turun ke lokasi untuk melakukan asesmen,” ujar Suyasa menambahkan.

    Bagi masyarakat Buleleng, bencana yang terjadi pada Kamis malam ini menunjukkan betapa pentingnya kesiapsiagaan dan kerja sama antara berbagai pihak untuk menanggulangi bencana alam yang datang secara mendadak.

    Komentar
    Postingan Lebih Baru
    Postingan Terbaru
    medium banner 300x250
    Additional JS