Selasa, 25 Agustus 2026
Hot

Prabowo Umumkan Jakarta dan Bali Sebagai Calon Pusat Finansial Internasional

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, BALI – Presiden Prabowo Subianto menetapkan Jakarta dan Bali sebagai calon lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII), Jumat (14/8/2026).

Langkah ini merupakan bagian dari visi pemerintah untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah ekonomi global. Pengembangan PFII diharapkan mampu menarik investasi besar dari luar negeri dan meningkatkan daya saing finansial negara.

Pengumuman strategis ini disampaikan oleh Presiden Prabowo ketika mempresentasikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Presentasi tersebut juga mencakup Nota Keuangan di hadapan anggota dewan yang terhormat.

Article ad in the middle of article

Acara penting tersebut dilaksanakan secara resmi di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senayan, Jakarta. Hari Jumat, 14 Agustus 2026, menjadi saksi bisu dari pengumuman yang berpotensi mengubah lanskap keuangan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kedua lokasi ini dipilih sebagai langkah awal. Namun, tidak menutup kemungkinan bagi wilayah lain di Indonesia untuk turut serta.

Presiden Prabowo Subianto menyebut Jakarta dan Bali disiapkan sebagai lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) untuk mendukung pengembangan sektor keuangan nasional.

“Hari ini saya umumkan rencana lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia, sementara di Jakarta dan bisa kita buka juga di Bali,” Ujar Prabowo Subianto.

Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa pemerintah akan terus mencari tempat-tempat menarik lain. Kawasan tersebut berpotensi besar untuk menampung dana-dana investasi skala internasional.

Menurutnya, PFII dirancang untuk menjadi representasi baru dari pusat-pusat keuangan Indonesia di mata dunia. Harapannya, hal ini dapat meningkatkan citra dan kepercayaan investor.

Jakarta, dan dengan potensi yang sama Bali, diproyeksikan menjadi pusat multidimensi. Lokasi-lokasi ini akan menjadi magnet bagi investasi, teknologi finansial, arbitrase, serta penyelesaian sengketa komersial berstandar global.

Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem finansial yang komprehensif. Diharapkan dapat menarik berbagai pelaku industri dari seluruh penjuru dunia.

Melalui pembangunan PFII, Indonesia berharap dapat meningkatkan infrastruktur dan regulasi keuangan. Tujuannya adalah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan kompetitif di tingkat internasional.

Article ad after last paragraph
Findy Alfiansyah