Rabu, 26 Agustus 2026
Hot

Bupati Badung Sambut Wapres Gibran dalam Dialog Pariwisata Bali

Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menyambut kunjungan Wapres Gibran Rakabuming Raka untuk dialog pariwisata Bali. Isu kemacetan hingga sampah dibahas.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, BALI – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyambut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam dialog pariwisata Bali di Politeknik Pariwisata Bali, Nusa Dua, Jumat (18/8/2026).

Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Bali sekaligus berdialog dengan pelaku usaha sektor pariwisata. Kegiatan berlangsung di Gedung Widyatula, Politeknik Pariwisata Bali, Kampial, Nusa Dua.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres Gibran didampingi Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati. Hadir pula Gubernur Bali Wayan Koster, jajaran Forkopimda Bali, serta para bupati dan wali kota se-Bali.

Article ad in the middle of article

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah pusat dengan pelaku usaha dan pemangku kepentingan pariwisata. Berbagai persoalan yang dihadapi sektor pariwisata Bali dibahas untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.

Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menyampaikan, Wapres menerima berbagai masukan dari pelaku usaha pariwisata. Sejumlah isu yang dibahas antara lain kemacetan, sistem tiket, tata kelola destinasi, ketersediaan air bersih, kesiapan infrastruktur hingga persoalan persampahan.

Salah satu perhatian utama dalam forum tersebut adalah pengelolaan sampah. Pelaku usaha berharap pemerintah pusat dapat menerbitkan kebijakan terkait penutupan TPS Suwung yang turut berdampak pada sistem pengelolaan sampah di Bali.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Badung menegaskan pemerintah daerah akan terus mengambil langkah konkret untuk menangani persoalan sampah di wilayahnya.

“Pemerintah Kabupaten Badung akan terus mengambil langkah konkret dalam penanganan sampah, terutama melalui pengelolaan berbasis sumber dari hulu,” Ujar Wayan Adi Arnawa.

Pemkab Badung juga memperkuat koordinasi dengan kepala desa dan desa adat. Langkah tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan operasional TPS lokal sekaligus mengurangi residu sampah melalui pengelolaan dari sumbernya.

Salah satu upaya yang didorong adalah pembangunan Teba Modern sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah berbasis hulu. Program tersebut diharapkan dapat mengurangi beban sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir.

Untuk mendukung pengelolaan sampah dari hulu, Pemkab Badung telah mengalokasikan anggaran Rp26 miliar melalui APBD Tahun Anggaran 2026. Anggaran tersebut digunakan untuk memperkuat berbagai program penanganan sampah di tingkat sumber.

Dengan dukungan APBD Provinsi Bali, total anggaran yang disiapkan untuk penanganan sampah mencapai lebih dari Rp300 miliar. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem pengelolaan sampah sekaligus menjaga keberlanjutan pariwisata Bali.

Article ad after last paragraph