Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, BALI – Provinsi Bali menjadi percontohan nasional dalam program imunisasi HPV gratis untuk anak laki-laki usia 11 tahun, yang dimulai pada bulan Agustus, Minggu (16/8/2026)
Program ini bertujuan mencegah infeksi Human Papilloma Virus (HPV) secara gratis dan merupakan penugasan langsung dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Bali terpilih bersama DKI Jakarta dan Yogyakarta untuk mengawali inisiatif penting ini.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bali, I Nyoman Gede Anom, menjelaskan bahwa Bali mendapatkan kehormatan untuk memulai imunisasi anak laki-laki berbarengan dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Sebagai satu-satunya daerah di luar Pulau Jawa yang mendapatkan penugasan, Dinkes Bali telah memetakan 29 ribu anak usia 11 tahun atau kelas 5 SD sebagai sasaran. Dinkes Bali juga telah menyiapkan 70 ribu vial vaksin untuk kebutuhan program ini.
Kesempatan ini diberikan kepada Bali karena prestasinya yang baik dalam program imunisasi sebelumnya, termasuk imunisasi HPV bagi anak perempuan yang mencapai 110 persen pada tahun 2025. Selain itu, Bali juga selalu masuk tiga besar secara nasional dalam 13 program imunisasi lainnya.
Masyarakat diminta tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, mengingat biaya imunisasi HPV yang umumnya mencapai Rp2 juta. Pentingnya vaksinasi ini juga untuk meluruskan pandangan yang menilai virus HPV hanya menyerang perempuan.
Anggota Komite Daerah KIPI, I Gusti Ngurah Sugitha Adnyana, menyebut vaksin HPV selama ini aman dan tidak menimbulkan KIPI berat.
“Sejak 2016, KIPI berat tidak ada. Efek ringan seperti demam, bengkak, dan nyeri suntikan hanya terjadi sesekali,” Katanya.
Efek samping yang mungkin terjadi setelah imunisasi HPV umumnya ringan. Demam hanya dialami oleh 10 persen penerima selama 1-2 hari, nyeri pada area suntikan dialami 80 persen penerima selama kurang dari 24 jam, dan bengkak di area injeksi dialami 50 persen penerima dengan durasi hingga 1 bulan.
Kepala BBPOM Denpasar I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa memastikan vaksin yang didistribusikan di Bali aman digunakan. BBPOM juga mengawasi distribusi serta memantau efek samping imunisasi.
“BBPOM siap berkoordinasi dengan Dinkes Bali dan KIPI untuk memantau efek samping agar program berjalan sesuai harapan,” Tuturnya.
Sosialisasi program terus dilakukan agar ketika tim tenaga kesehatan turun ke sekolah-sekolah, anak-anak sudah siap menerima vaksinasi ini. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, program imunisasi HPV gratis ini diharapkan dapat memberikan manfaat kesehatan jangka panjang bagi generasi muda Bali.


