Achmad Fauzan Penulis
HARIANEXPRESS, BALI – Okupansi hotel di Bali dilaporkan tetap stabil mencapai 80 persen di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau, Selasa (8/9/2026).
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali mencatat tingkat hunian kamar di Pulau Dewata masih bertahan tinggi di tengah dampak erupsi gunung api tersebut. Sejumlah penginapan bahkan mencatat angka okupansi di atas rata-rata karena saat ini masih berada dalam periode musim ramai kunjungan.
Wakil Ketua PHRI Bali, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, menjelaskan bahwa pergerakan wisatawan mancanegara ke Bali juga terpantau tetap stabil. Setiap harinya, sekitar 17 ribu turis asing tiba di Bali dengan dominasi pasar dari Australia, China, dan India.
“Okupansi hotel memang rata-rata masih 80 persen. High season sudah mulai berdampak sejak Juli, Agustus, September, Oktober,” ujar I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya.
“Kontribusi yang paling besar banyak yang dari Australia bulan lalu, ada Cina lagi. Tergantung session-nya, kadang-kadang Australia tetap nomor satu, kadang-kadang antara Cina dan India,” tambah I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya.
Meskipun terdapat pembatalan penerbangan khususnya rute domestik dari dan menuju Jakarta, PHRI menilai dampaknya belum signifikan terhadap okupansi hotel. Para pelancong yang jadwal terbangnya terganggu dapat memperpanjang masa tinggal atau memilih rute penerbangan alternatif melalui kota lain.
“Tentu ada pengaruh, sedikit pergeseran, tapi tidak banyak,” tutur I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya.
Di sisi lain, Rai mengkhawatirkan dampak kenaikan harga bahan bakar avtur yang berpotensi melambungkan harga tiket pesawat. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menekan angka kunjungan wisatawan domestik yang sangat sensitif terhadap kalkulasi biaya perjalanan.
“Yang saya khawatirkan adalah dampak pariwisata, khususnya domestik. Orang, kan, selalu hitung-hitungan kalau berlibur itu,” ungkap I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya.
PHRI Bali berharap pemerintah dapat menekan komponen biaya lain agar harga tiket tetap terjangkau bagi wisatawan. Rai optimistis target kunjungan wisatawan asing ke Bali sebesar 7 juta hingga akhir tahun ini tetap bisa terealisasi.
“Bali masih tetap menjadi tujuan wisatawan dunia. Sampai saat ini sih mulai bulan Agus dan September itu justru sudah mulai stabil. Jadi target kami nanti sampai akhir tahun 7 juta (kunjungan) kami harapkan bisa tercapai, bahkan sedikit bisa di atas itu,” pungkas I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya.
Sumber:
- https://travel.detik.com/travel-news/d-8653632/di-tengah-erupsi-gunung-anak-krakatau-okupansi-hotel-di-bali-capai-80


