Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, BALI – KAI bersama Pemprov Bali dan Pemkab Badung menyepakati rencana pengembangan transportasi berbasis rel di Bali, Selasa (1/9/2026).
Kesepakatan tersebut menjadi langkah awal kajian pembangunan trem listrik yang direncanakan melayani rute Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai hingga kawasan Canggu.
Penandatanganan dilakukan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, Gubernur Bali Wayan Koster, dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Gedung Kertasabha, Denpasar.
Rencana tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan transportasi publik seiring pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Bali. BPS Bali mencatat ekonomi daerah tumbuh 5,78 persen secara tahunan pada Triwulan II 2026.
“Perkembangan ekonomi dan aktivitas pariwisata Bali perlu diikuti dengan perencanaan transportasi yang mampu menjawab kebutuhan mobilitas ke depan,” ujar Bobby Rasyidin.
Pengembangan trem listrik ini merupakan bagian dari inisiatif Bali Low Emission Zone (BLEZI) untuk membantu mengurangi kemacetan di koridor Bandara Ngurah Rai-Canggu.
Ruang lingkup kesepakatan meliputi inventarisasi data, penyusunan kajian kelayakan, Detail Engineering Design (DED), integrasi antarmoda, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
Kajian tersebut akan melibatkan kementerian, lembaga, badan usaha, serta berbagai pemangku kepentingan. Kesepakatan berlaku selama lima tahun dan dapat dilanjutkan melalui Perjanjian Kerja Sama.
Trem listrik berbasis baterai itu direncanakan memiliki koridor sekitar 13,1 kilometer dari Bandara Ngurah Rai menuju Canggu melalui kawasan Kuta, Legian, dan Seminyak.
Pembangunan ditargetkan memasuki tahap groundbreaking pada Maret 2027, dengan trase pertama beroperasi pada 2028 dan seluruh jalur hingga Canggu ditargetkan rampung pada 2029. Trem tersebut diproyeksikan mampu melayani hingga 60.000 penumpang per hari.


