Muklis Purwanto Penulis | Ipnu Subroto Editor
HARIANEXPRESS, BALI – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 di Tabanan, Bali, pada Minggu (7/6/2026).
Dalam kunjungannya, Prabowo berinteraksi langsung dengan para siswa dan tenaga pendidik. Ia berbagi cerita pengalaman pribadinya serta menyampaikan sejumlah pesan motivasi penting.
Kunjungan ini juga dihadiri oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Presiden menekankan pentingnya pendidikan, kedisiplinan, dan pembentukan karakter bagi masa depan generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo Subianto menceritakan tentang dua angka yang diyakininya membawa keberuntungan dalam hidupnya, yakni angka 8 dan 13. Ia menjelaskan bahwa angka 8 sudah melekat pada dirinya sejak ia berdinas di militer.
Prabowo juga mengaitkan angka 17 dengan tanggal Proklamasi Kemerdekaan RI setiap 17 Agustus. Kedatangan ke SRMP 17 yang kebetulan memiliki angka 17 dianggapnya sebagai sebuah kebetulan yang mungkin sudah diatur.
Presiden memberikan semangat kepada para siswa untuk giat belajar, menghormati guru, dan mencintai orang tua mereka. Ia mengingatkan bahwa setiap anak adalah harapan bagi keluarga yang telah bekerja keras.
“Kamu harus nanti angkat orang tuamu, kamu harapan orang tuamu. Belajar, belajar, belajar yang baik. Hormati guru, cintai orang tua. Selalu rukun sama kawan, selalu baik sama orang lain, sopan santun,” ujar Presiden.
Prabowo juga berpesan agar para siswa tidak saling membenci atau menjelek-jelekkan orang lain. Ia menyatakan bahwa hidup rukun adalah kunci keberhasilan.
Kepala negara juga berbagi pengalamannya yang pernah menjadi sasaran ejekan di masa lalu. Ia menegaskan bahwa banyak orang sukses berasal dari keluarga sederhana yang memiliki mental kuat dan tidak mudah putus asa.
Para siswa yang berasal dari kategori tidak mampu, yakni desil 1 dan desil 2, menyambut kedatangan Prabowo dengan antusias. Kunjungan ini merupakan bagian dari program prioritas yang memungkinkan siswa merasakan manfaat pendidikan.
Prabowo juga mengajak para siswa dan orang tua untuk makan siang bersama dalam suasana keakraban. Banyak siswa dilaporkan mengalami peningkatan berat badan setelah 11 bulan mengikuti program sekolah rakyat ini, menunjukkan perbaikan gizi mereka.
Selain kepada siswa, Presiden juga menitipkan pesan kepada kepala sekolah dan tenaga pendidik. Ia meminta mereka untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dalam mendidik generasi penerus bangsa.











