Achmad Fauzan Penulis | Muklis Purwanto Editor
HARIANEXPRESS, BALI – Hari baik Hindu Bali pada Rabu, 23 September 2026, memuat sejumlah petunjuk penting untuk memulai usaha hingga bercocok tanam, Rabu (23/9/2026).
Rangkaian hari baik atau dewasa ayu ini mencakup ayu badra dan ayu nulus. Berbagai rincian tersebut dapat menjadi panduan bagi masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Ayu badra dinilai sebagai hari yang baik untuk memulai suatu usaha, bercocok tanam, serta membangun. Selain itu, terdapat pula hari ayu nulus yang sangat cocok untuk segala macam usaha.
Catur laba hadir sebagai hari baik untuk melakukan perjalanan menuju ke arah utara. Waktu ini juga tepat untuk melaksanakan upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya.
Cintamanik merupakan hari yang baik untuk melangsungkan upacara potong rambut. Di sisi lain, kala upa menjadi waktu tepat untuk mulai memelihara ternak atau wewalungan.
Titibuwuk tercatat sebagai hari baik guna menghilangkan penyakit karena guna-guna dan sejenisnya. Sementara itu, terdapat pula sejumlah hari yang dinilai kurang baik untuk kegiatan tertentu.
Carik walangati tidak baik untuk pelaksanaan pernikahan atau wiwaha, atiwa-tiwa atau ngaben, serta membangun rumah. Kala rumpuh merupakan hari tidak baik untuk pindah rumah, sedangkan kala tampak dihindari untuk dewasa nikah.
Salah wadi tidak baik bagi pelaksanaan Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya. Sampi gumarang munggah dihindari untuk menanam padi dan jagung, serta sarik agung tidak baik untuk segala pekerjaan.
Waktu tersebut juga tidak disarankan untuk memulai suatu pekerjaan penting dan membuat tangga. Pararasan dalam ramalan ini adalah Laku Bulan dengan Pancasuda Bumi Kepetak, Ekajalaresi Suka Pinanggih, serta Pratiti Awidya.
Sumber:
- https://bali.idntimes.com/news/bali/hari-baik-hindu-bali-23-september-2026-00-pfsg1-0gcff5











