Selasa, 25 Agustus 2026
Hot

Bli Nyoman Sukses Gerakkan Desa Les Buleleng Raih Juara Umum ADWI 2024

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, BALI – Bli Nyoman Nadiana membawa Desa Les meraih Juara Umum ADWI 2024 melalui pengembangan wisata berbasis masyarakat, Sabtu (15/8/2026).

Nyoman Nadiana, yang akrab disapa Bli Don Rare, merupakan pemandu wisata sekaligus penggerak pariwisata di Desa Les. Ia menjabat sebagai Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Segare Gunung dan penggerak Kampung Berseri Astra (KBA) atau Desa Sejahtera Astra di desa tersebut.

Pengalamannya sebagai pemandu wisata di Bali Selatan membuatnya menyadari potensi luar biasa yang dimiliki Desa Les. Bli Nyoman berprinsip bahwa memperkenalkan kekayaan desa kepada dunia luar bertujuan mulia, yakni agar budaya desa dapat dikenal, dinikmati, dan dijaga bersama masyarakat.

Article ad in the middle of article

“Kenapa harus jauh-jauh kalau desaku sendiri ada surga yang belum dijual?” Ujar Nyoman Nadiana.

Semangat ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan terpadu, termasuk membantu pemasaran produk lokal seperti garam, gula, minyak kelapa, dan arak. Bli Nyoman juga mengembangkan Tourdeles Bali bersama anak-anak muda setempat, menawarkan konsep wisata yang mengajak pengunjung merasakan kehidupan Desa Les lebih dekat.

Sebelumnya, aktivitas penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan sempat merusak terumbu karang di kawasan laut Desa Les. Namun, masyarakat membentuk kelompok konservasi laut untuk melakukan transplantasi terumbu karang serta meninggalkan penggunaan racun dan bom ikan.

Hasilnya, laut yang rusak kini berangsur pulih, dan kawasan pesisir pantai dikembangkan sebagai ekowisata bahari seperti snorkeling dan diving. Upaya ini membuktikan bahwa menjaga lingkungan dapat sejalan dengan kepentingan ekonomi melalui pariwisata yang bertanggung jawab.

Desa Les juga dikenal dengan tradisi pembuatan garam palungan, sebuah proses alami yang memanfaatkan sinar matahari dan cetakan kayu tradisional. Tradisi ini tidak hanya bernilai budaya tetapi juga ekonomi, diperkenalkan sebagai pengalaman wisata bagi pengunjung.

Penguatan pemasaran oleh BUMDes Giri Segara serta dukungan berbagai pihak membantu garam tradisional Desa Les meraih akses pasar lebih luas. Tradisi yang berpotensi ditinggalkan kini memiliki alasan kuat untuk dipertahankan sebagai daya tarik desa.

Perjalanan Desa Les semakin berkembang sejak menerima pendampingan program Desa Sejahtera Astra pada tahun 2024. Program ini berfokus pada empat pilar pemberdayaan, yaitu kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan.

Di bidang lingkungan, masyarakat didorong melakukan aksi iklim berbasis komunitas, termasuk konservasi terumbu karang dan program Les Grow yang mengolah sampah organik menjadi kompos. Sementara di bidang kesehatan, Posyandu dan edukasi kehamilan ditingkatkan, serta pemberian makanan tambahan bagi anak.

Bidang pendidikan berfokus pada penguatan kualitas pendidikan dasar dan pembekalan generasi muda melalui pembelajaran bahasa Inggris serta pengenalan pariwisata. Generasi muda diharapkan menjadi pemandu lokal, pelaku UMKM, dan promotor desa melalui teknologi digital.

Selain itu, Desa Les juga memiliki potensi wisata lain seperti Air Terjun Yeh Mampeh dan kehidupan nelayan. Pengembangan wisata dilakukan dengan pendekatan berbasis masyarakat, salah satunya melalui konsep homestay agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh warga.

Kolaborasi masyarakat, pemerintah desa, BUMDes, dan pendampingan Desa Sejahtera Astra telah memberikan dampak nyata. Program ini menjangkau lebih dari 800 warga, meningkatkan pendapatan masyarakat hingga 25 persen, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan penyerapan produk lokal.

Keberhasilan ini mengantarkan Desa Les meraih Juara Umum Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa desa dapat berkembang tanpa meninggalkan akar budayanya, mewujudkan kesejahteraan bagi warganya.

Kisah Desa Les mengajarkan bahwa tradisi dan kemajuan dapat berjalan beriringan, membangun masa depan dengan merawat warisan leluhur. Dari palungan garam, terumbu karang, hingga langkah anak muda, identitas lokal menjadi kekuatan bersaing di era modern.

Article ad after last paragraph
Findy Alfiansyah