Kamis, 24 September 2026
Hot

BI Bali Sulap 400 Ribu Limbah Uang Jadi Medali Lari QRIS Bali Summer Run

Kantor Perwakilan BI Bali manfaatkan 400 ribu lembar uang tak layak edar jadi medali unik untuk QRIS Bali Summer Run 2026, dukung lingkungan dan transaksi digital.

Article ad before first paragraph

Achmad Fauzan Penulis

HARIANEXPRESS, BALI – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali memanfaatkan sekitar 400 ribu lembar limbah uang tidak layak edar atau rusak menjadi medali untuk ajang lomba lari, QRIS Bali Summer Run 2026, Sabtu (8/8/2026).

Achris Sarwani, Kepala Perwakilan BI Bali, menjelaskan bahwa uang yang rusak harus ditarik secara reguler. Limbah uang yang terkumpul inilah kemudian diracik menjadi medali.

Cara kreatif ini dilakukan untuk mendukung lingkungan agar tidak banyak sampah tak berguna menumpuk. Selain itu, medali ini juga berfungsi sebagai kenang-kenangan bagi para peserta lari.

Article ad in the middle of article

Perwakilan bank sentral itu mencetak sekitar 2.000 medali, menyesuaikan jumlah peserta lomba lari edisi kedua tersebut. Medali kategori lima kilometer menggunakan limbah uang nominal Rp50.000, sementara kategori 10 kilometer memakai limbah pecahan Rp100.000.

Untuk satu medali, diperkirakan menggunakan sekitar 10 lembar uang kertas tidak layak edar. Uang rusak tersebut dicacah menjadi butiran kecil-kecil, kemudian dipadatkan dengan bahan akrilik bening.

“Uang yang rusak harus kami tarik secara reguler. Limbah yang terkumpul ini lah yang kami racik menjadi medali,” ujar Achris Sarwani.

Lomba lari tahunan itu juga dijadikan kampanye penggunaan transaksi digital Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS. Selain lomba lari, turut diadakan festival UMKM, pasar murah dengan transaksi menggunakan QRIS, hingga pemeriksaan kesehatan gratis.

Acara tersebut dibuka oleh Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta bersama Sekretaris Daerah Bali Dewa Indra dan Wakil Wali Kota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa. Biaya registrasi sebesar Rp17.845, sesuai HUT ke-81 RI, seluruhnya disumbangkan ke yayasan anak yatim piatu di Denpasar dan Jembrana, Bali.

Ajang 2026 ini merupakan yang kedua, setelah perdana diadakan pada 2025. Saat itu, lomba hanya mempertandingkan nomor tunggal lima kilometer yang diikuti sekitar 1.000 peserta.

Pemanfaatan limbah uang kertas rupiah tidak layak edar menjadi medali tersebut tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) pada tahun 2025. Ini sebagai pembuatan medali lari pertama dari limbah racik uang kertas di tanah air.

Article ad after last paragraph