HARIANEXPRESS, BULELENG – Pemerintah Kabupaten Buleleng siap berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan program Satu Keluarga Satu Sarjana untuk membentuk Generasi Emas 2045 di wilayah tersebut, Kamis (21/05/2026)
Program ini diharapkan mampu menaikkan angka partisipasi sekolah serta rata-rata lama sekolah. Selain itu, upaya ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Buleleng.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, menyatakan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan pendidikan. Khususnya terkait angka partisipasi sekolah dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Kami siap berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Program ini (satu keluarga satu sarjana) diharapkan mampu meningkatkan angka partisipasi sekolah, rata-rata lama sekolah, serta kualitas sumber daya manusia di Buleleng,” ujar Ida Bagus Gde Surya Bharata.
Ia juga menambahkan bahwa masyarakat sangat menantikan program ini. Harapannya, program ini dapat mendorong akses pendidikan tinggi dan memperkuat kualitas SDM di Buleleng serta Bali.
Melalui Buleleng Education Expo (BEE), pemerintah daerah berupaya membangun sinergi di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi. Tujuannya adalah mewujudkan pendidikan berkualitas untuk semua dan memperkuat Singaraja sebagai kota pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali, Ida Bagus Gede Wesnawa Punia, mengapresiasi inisiatif Pemkab Buleleng ini. Ia menekankan bahwa program Satu Keluarga Satu Sarjana memerlukan dukungan dari seluruh elemen pendidikan.
“Program satu KK satu sarjana merupakan bagian dari ‘grand design’ pembangunan SDM Bali unggul dalam menghadapi Indonesia Emas 2045. Karena itu, penguatan pendidikan harus dimulai sejak pendidikan dasar hingga menengah,” ujar Ida Bagus Gede Wesnawa Punia.
Pemerintah Provinsi Bali juga menerapkan tes kemampuan akademik (TKA) sebagai salah satu dasar penerimaan siswa baru jenjang SMA dan SMK, mulai tahun 2026. Kebijakan ini bertujuan memastikan seleksi berjalan lebih objektif sesuai kompetensi siswa.
Selain itu, Pemprov Bali memberlakukan kalender pendidikan berbasis adat, tradisi, dan budaya Bali sesuai visi pembangunan daerah. Penguatan pendidikan berbasis kearifan lokal ini dilakukan melalui penyusunan bahan ajar dan integrasi nilai budaya Bali dalam mata pelajaran.
Pemerintah juga melakukan pembenahan tata kelola tenaga pendidik untuk meningkatkan kualitas layanan. Program Satu Keluarga Satu Sarjana akan memfasilitasi keluarga kurang mampu yang belum memiliki sarjana setelah siswa menyelesaikan pendidikan menengah.