HARIANEXPRESS, DENPASAR – Menjelang Hari Raya Galungan, warga Bali mengeluhkan lonjakan harga bumbu dapur dan langkanya pasokan minyak goreng di pasar tradisional, Rabu (10/6/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan, kenaikan harga paling signifikan terjadi pada komoditas bumbu dapur utama seperti cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih. Tingginya permintaan masyarakat untuk persiapan upacara dan hidangan hari raya menjadi pemicu utama meroketnya harga di tingkat pedagang eceran.
Namun, persoalan tidak berhenti pada mahalnya bumbu dapur. Komoditas penting lainnya, yakni minyak goreng, kini justru semakin sulit didapatkan. Beberapa pedagang sembako mengaku pasokan dari distributor mulai tersendat dalam beberapa hari terakhir.
Ni Ketut Warniti (50), salah satu pedagang di pasar tradisional kawasan Denpasar, membenarkan fenomena kenaikan harga dan kelangkaan stok tersebut. Ia mengaku kewalahan melayani pembeli karena stok minyak goreng yang masuk sangat terbatas.
“Kalau bumbu dapur seperti cabai dan bawang memang biasa naik setiap mau Galungan karena permintaannya banyak. Tapi yang bikin pusing sekarang itu minyak goreng. Barangnya langka, pasokan dari distributor dibatasi. Kalaupun ada, harganya sudah naik dari sananya,” ungkap Ketut Warniti.
Hal senada juga diungkapkan oleh pembeli. Kadek Suartini (42), seorang ibu rumah tangga, mengaku harus berkeliling ke beberapa kios dan minimarket hanya untuk mencari ketersediaan minyak goreng dengan harga normal.
“Sekarang beli bumbu saja modalnya sudah bengkak. Ditambah mau cari minyak goreng buat menggoreng jajan hari raya juga susah sekali. Harapannya pemerintah cepat turun tangan supaya harganya bisa stabil lagi dan barangnya ada,” keluh Suartini.
Kondisi ini memicu harapan dari masyarakat agar pemerintah daerah dan dinas terkait segera melakukan peninjauan lapangan maupun Operasi Pasar (OP). Langkah taktis dan intervensi pemerintah dinilai sangat mendesak demi memastikan ketersediaan pasokan pangan serta menstabilkan harga agar tidak semakin memberatkan masyarakat menjelang perayaan Galungan.