M Ridwan Habibie A Penulis | Redaksi Editor
HARIANEXPRESS, TABANAN- Pemkab Tabanan melalui BRIDA resmi membuka Lomba Inovasi Daerah Jayaning Singasana Tahun 2026 di Kabupaten Tabanan, Selasa (10/6/2026).
Ajang ini digelar untuk mendorong lahirnya ide, gagasan, dan terobosan kreatif dari berbagai lapisan masyarakat. Inovasi dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam menjawab tantangan pembangunan daerah.
Melalui lomba bertema “Membangun Ekosistem Inovasi Daerah Menuju Tabanan Kabupaten Terinovatif”, pemerintah daerah membuka ruang partisipasi bagi pelajar, pelaku UMKM, komunitas kreatif, masyarakat umum, hingga Aparatur Sipil Negara atau ASN.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengatakan, inovasi harus menjadi budaya bersama di tengah perkembangan zaman yang terus berubah. Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan lebih banyak solusi yang lahir dari kebutuhan nyata masyarakat.
“Kami ingin membangun budaya inovasi di seluruh lapisan masyarakat. Melalui lomba ini, kami membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat, pelajar, pelaku UMKM, komunitas kreatif maupun ASN untuk menghadirkan solusi dan terobosan yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan Kabupaten Tabanan,” ujar Sanjaya.
Sanjaya menegaskan, inovasi tidak hanya dimaknai sebagai sesuatu yang baru. Inovasi juga harus memiliki dampak nyata, berkelanjutan, serta dapat direplikasi untuk membantu menyelesaikan persoalan masyarakat.
“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat ikut berinovasi,” ajaknya.
Kepala BRIDA Kabupaten Tabanan I Gusti Made Darma Ariantha menjelaskan, Lomba Inovasi Daerah Jayaning Singasana merupakan bagian dari strategi memperkuat ekosistem inovasi daerah. Ekosistem tersebut melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.
“Melalui lomba ini kami ingin menumbuhkan semangat berinovasi sekaligus menjaring ide-ide terbaik yang nantinya dapat dikembangkan untuk mendukung pembangunan daerah,” jelas Darma Ariantha.
Lomba tersebut dibagi dalam empat kategori peserta. Kategori itu meliputi Komunitas Kreatif dan UMKM Desa, siswa SMP atau sederajat, siswa SMA/SMK atau sederajat, serta ASN yang mencakup PNS dan PPPK.
Peserta dapat mengikuti lomba secara perseorangan maupun berkelompok. Untuk peserta kelompok, panitia menetapkan jumlah anggota antara dua hingga lima orang.
Bidang inovasi yang dilombakan mencakup berbagai sektor strategis. Di antaranya pangan, kesehatan, pendidikan, jaminan sosial, budaya, pariwisata, infrastruktur, lingkungan hidup, pelayanan publik, teknologi tepat guna, komunikasi dan informatika, perekonomian, serta pertanian dalam arti luas.
Pendaftaran untuk kategori siswa SMP dan SMA/SMK dibuka pada 1 sampai 31 Juli 2026. Sementara kategori Komunitas Kreatif, UMKM Desa, dan ASN dibuka pada 1 sampai 30 Agustus 2026.
Calon peserta dapat mendaftar melalui aplikasi Jaring Indah atau datang langsung ke Kantor BRIDA Tabanan. Panitia juga membuka ruang konsultasi bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait teknis pendaftaran dan persyaratan lomba.
Para pemenang akan mendapatkan Piala Bupati Tabanan, piagam penghargaan, serta hadiah uang tunai puluhan juta rupiah sesuai kategori. Selain itu, panitia menyiapkan penghargaan juara favorit yang ditentukan berdasarkan dukungan masyarakat melalui media sosial resmi BRIDA Tabanan.
“Kalau ada yang belum jelas bisa tanyakan langsung ke kami,” tandas Darma Ariantha.
Melalui Lomba Inovasi Daerah Jayaning Singasana Tahun 2026, Pemkab Tabanan berharap semakin banyak gagasan kreatif yang tumbuh dari masyarakat. Inovasi yang lahir diharapkan tidak berhenti sebagai ide, tetapi mampu menjadi solusi nyata untuk mendukung Tabanan sebagai kabupaten terinovatif.