Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, BALI – PT Hatten Bali Tbk (WINE) melihat peluang pertumbuhan baru setelah PFII disahkan menjadi undang-undang oleh DPR pada 21 Juli 2026, Rabu (12/8/2026).
Pemerintah menargetkan Permanent Financial Free Zone Indonesia (PFII) memiliki lokasi permanen di Bali. Kawasan ini disiapkan sebagai pusat keuangan dengan konsep serupa Dubai International Financial Centre (DIFC).
PFII dirancang menawarkan berbagai insentif bagi perusahaan keuangan yang memenuhi kriteria. Fasilitas tersebut mencakup pajak korporasi 0 persen hingga 50 tahun, pembebasan PPN, serta kemudahan prosedur bea cukai dan visa.
Kawasan tersebut juga akan menyediakan jalur golden visa bagi investor asing. Pada tahap awal, operasional PFII akan berpusat di Gedung Danareksa, Jakarta, sebelum lokasi permanennya dikembangkan di Bali.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Bali Barat dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur sebagai kandidat lokasi PFII. Namun, pemerintah belum menetapkan lokasi final kawasan tersebut.
Kehadiran PFII diperkirakan tidak hanya berdampak pada sektor keuangan, tetapi juga dapat membuka peluang bagi industri pariwisata, perhotelan, kuliner, dan produk premium di Bali.
Kawasan finansial global seperti DIFC di Dubai diketahui menjadi magnet bagi investor, individu dengan kekayaan tinggi, family office, dan tenaga profesional internasional.
“Kehadiran PFII berpotensi memperluas ekosistem ekonomi Bali, termasuk membuka peluang bagi sektor hospitality dan produk premium lokal,” ujar pengamat ekonomi.
Jika PFII berkembang di Bali, kehadiran pemegang golden visa, pengelola kekayaan, serta institusi global diperkirakan meningkatkan jumlah konsumen berdaya beli tinggi di Pulau Dewata.
Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi peluang bagi PT Hatten Bali Tbk, produsen anggur lokal Bali, untuk memperluas pasar produk premium dengan cita rasa lokal.
Sebagai salah satu produsen anggur terbesar di Bali dan Indonesia, Hatten dinilai memiliki kapasitas produksi dan kekuatan merek untuk memanfaatkan pertumbuhan pasar premium seiring berkembangnya ekosistem investasi dan pariwisata Bali.


