Selasa, 25 Agustus 2026
Hot

Gigitan HPR di Bali Capai 45.365 Kasus, Tujuh Warga Tewas

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, BALI – Dinkes Provinsi Bali mencatat 45.365 kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) dan tujuh kematian sepanjang Januari hingga pertengahan Agustus 2026, dengan rata-rata 216 kasus per hari, Kamis (13/8/2026).

Tiga anak di Kabupaten Buleleng, Bali, meninggal dunia setelah mengalami gigitan anjing yang diduga terpapar rabies. Ketiganya diketahui tidak mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR) setelah mengalami gigitan.

Dinas Kesehatan Provinsi Bali mencatat hingga 2026 terdapat 33.930 kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) yang terindikasi positif rabies atau membutuhkan penanganan VAR.

Article ad in the middle of article

Buleleng menjadi wilayah dengan angka kematian tertinggi, yakni tiga kasus. Para korban merupakan anak-anak berusia 7, 9, dan 13 tahun.

Kasus pertama menimpa KJP (9), warga Kecamatan Sawan, pada Maret 2026. Korban digigit anjing liar, namun keluarganya tidak melaporkan kejadian tersebut ke fasilitas kesehatan.

Kasus kedua terjadi pada Juni 2026 dan melibatkan KS (13) di Kecamatan Busungbiu. Korban digigit anjing peliharaan, tetapi tidak segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan.

Korban ketiga adalah GEW (7) dari Desa Bubunan, Kecamatan Seririt. Korban meninggal pada Jumat, 7 Agustus 2026, setelah mengalami gejala rabies akibat gigitan anjing lokal pada awal Juni 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Gusti Ayu Raka Susanti, menyebut kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius.

“Rata-rata memang tidak melapor ke faskes, sehingga petugas tidak mengetahui ada pasien tergigit,” Ujar I Gusti Ayu Raka Susanti.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Sucipto, mengimbau masyarakat segera melapor apabila mengalami gigitan HPR. Hingga 9 Agustus 2026, tercatat 4.927 kasus gigitan HPR di Buleleng, dengan 4.012 kasus atau sekitar 81 persen disebabkan oleh anjing.

Di sisi lain, ketersediaan VAR di Bali dipastikan aman hingga akhir 2026. Namun, cakupan vaksinasi anjing di Buleleng masih tergolong rendah, yakni 31,91 persen atau 21.973 ekor dari total populasi 68.748 anjing per 6 Agustus 2026.

Pemerintah daerah terus memperkuat upaya pencegahan melalui vaksinasi anjing dan edukasi masyarakat. Warga juga diminta tidak menyepelekan luka akibat gigitan hewan dan segera mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Article ad after last paragraph
Findy Alfiansyah