HARIANEXPRESS, BULELENG – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra menyampaikan bahwa festival budaya di Kecamatan Seririt adalah upaya melestarikan adat dan seni budaya Bali di wilayah tersebut, Jumat (5/6/2026).
Festival budaya bertajuk Fesona Seririt ini diramaikan dengan pertunjukan tari kolosal serta pameran ornamen khas daerah. Berbagai elemen masyarakat turut terlibat dalam pertunjukan seni tradisional.
Sutjidra menyatakan kebanggaannya terhadap semangat pelestarian budaya di kecamatan-kecamatan. Ia menilai budaya sebagai identitas daerah yang wajib dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
“Penampilan 425 penari menunjukkan bahwa semangat masyarakat untuk melestarikan budaya khas Bali masih sangat kuat,” ujar Sutjidra.
Ratusan penari yang tampil menjadi simbol semangat kebersamaan masyarakat Seririt dalam menjaga seni budaya lokal. Fesona Seririt memiliki peran penting dalam menjaga eksistensi budaya daerah di tengah perkembangan zaman.
Pemerintah Kabupaten Buleleng berkomitmen mendukung kegiatan seni dan budaya sebagai bagian pembangunan daerah. Ini dilakukan melalui pengembangan kearifan lokal.
Selain menjaga tradisi, festival budaya tingkat kecamatan juga mampu menggerakkan sektor pariwisata. Hal ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat.
“Fesona Seririt bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan potensi daerah, memperkuat persatuan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui UMKM dan sektor pariwisata,” ujar Nyoman Sutjidra.
Bupati Sutjidra mengajak generasi muda untuk terus mencintai dan menjaga budaya lokal. Tujuannya agar budaya tersebut tetap lestari dan tidak tergerus perkembangan zaman.











